Oleh: klikjoe | Agustus 29, 2008

KEUTAMAAN BULAN RAMADLAN

Allah SWT berfirman;

” Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelumkami.” ( QS.2 Al Baqarah ; 183)

Hadist melalui Sa’id bin Jabir ra; “puasa orang-orang sebelum kita dimulai dari sepertiga malam pertama sampai malam berikutnya; seperti yang terjadi pada permulaan islam.”

Segolongan ulama berpendapat ; ” Puasa merupakan kewajiban bagi umat Nasrani. Dan puasa tersebut sering terjadi pada musim panas atau musim dingin, dan puasa itu sangat memberatkan mereka disaat mencari penghidupan. Kemudian para pemimpin mereka sepakat untuk meletakkan puasa pada suatu musim dalam setahun; yakni antara musim penghujan dan musim kemarau. Dan mereka meletakkan pada musim bunga, lalu ditambah 10 hari sebagai penutup amalan mereka. Bahkan ada raja yang mau menambah puasanya seminggu kalau sembuh dari sakitnya. Ia benar-benar sembuh, lantas ia menambah puasanya seminggu. Dan setelah raja meninggal, diganti raja yang lain dan ia berkata;” Sempurnakan puasanya menjadi 50 hari.

Kemudian datang lagi bencana kematian menyerang ternak mereka. Si raja langsung berkata;” Sempurnakan puasa kalian.” Mereka menambah 10 hari lagi. Ada yang berkata;”Tiada satupun ummat, kecuali mereka diwajibkan puasa Ramadlan, namun mereka sesat melupakan diri akan ramadlan itu sendiri.

Kata Imam Baghawi dalam shahehnya;”Sesungguhnya nama bulan ramadlan berasal dari kata Romadlo-a yang artinya batu yang dipanaskan, sebab mereka sedang berpuasa pada saat panas sedang memuncak. Sejarahnya ketika orang arab memberi nama-nama bulan bertepatan saat itu panas sekali. Ada yang berpendapat; ” Dikatakan demikian karena membakar dosa-dosa.

Beberapa hadist menerangkan kutamaan ramadlan, diantaranya ada sabda Nabi saw; ” Bilamana datang malam pertama bulan ramadhan, semua pintu surga dibuka dan tidak satupun yang tertutup sampai sebulan penuh. dan Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk berseru ;” Wahai orang yang mencari kebaikan, kerjakanlah, Dan hai orang yang mencari kejahatan, bertahanlah,” lalu dia berkata; ” Bila ada orang yang memohon ampun pasti diampuni dan adakah orang yang meminta pasti dikabulkan, dan adakah orang yang bertobat pasti diterima tobanya.

Salman AlFarisi berkata bahwa Nabi Saw ketika berkhutbah pada hari terakhir bualn Sya’ban; ” Hai sekalian manusia, sungguh telah menaungi yakni bulan yang amat besar. Didalamnya ada malam lailatur qadar yang lebih utama daripada 1000 bulan. Allah menjadikan puasanya fardlu (wajib); barangsiapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan pada bulan itu, maka seperti mengerjakan 70 kewajiban pada kesempatan lain. Dia adalah bulan kesabaran, dan kesabaran pahalanya ialah surga. Dia adalah bulan pertolongan; ialah sebagai bulan penambah rizqi bagi orang mukmin. Barangsiapa yang memberikan “Buka” pada orang lain, ia sama dengan memerdekakan budak yang sudah diampuni dosa-dosanya.

Kami berkata; ” Ya Rasul, kami tidak punya apa-apa untuk memberikan buka pada orang-orang yang berpuasa.” Sabda Rasulullah; ” Allah meberikan pahala terhadap yang memberi buka pada orang yang berpuasa sekalipun secicip susu, seteguk air atau sebutir kurma. Dan barang siapa yang emebrikan kekenyangan pada orang berpuasa, dia akan diampuni dosa-dosanya, dan kelak diberi minum dari telagaku yang sesudahnya tidak akan merasa haus selama-lamanya. Disamping itu mereka memperoleh pahala berpuasa tanpa sedikitpun kurang . Awal bulannya 10 hari pertama penuh dengan Rahmat, pertengahannya penuh ampunan dan 10 hari terakhir penuh pembebasan dari neraka.

Maka dari itu pada bulan ramadlan perbanyklah empat hal; dua hal akan keridloan Allah ialah kesaksian bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan kamu memohon ampun kepadanya dan dua hal yang kamu selalu membutuhkan ialah kamu minta surga kepada Allah dan berlindung kepadaNya dari neraka.

Sabda Nabi saw; ” Umaku diberi lima hal yang belum pernah diberikankepada umat lain; (1) Bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada minyak misik,(2) para malaikat memintakan ampunan sampai mereka berbuka,(3) syeta-syetan yang keterlaluan dibelenggu,(4)setiap hari Allah menghiasi surga,(5) dan Allah berfirman;” hampir-hampir hamba-Ku yang shaleh dijauhkan dari penderitaan dan kesusahan dan mereka diampuni setiap akhir malam.

Demikian keutamaan bulan Ramadlan dan mudah-mudah bermanfaat, Amiinn.


Tanggapan

  1. semoga saja kita dapat menjalankan puasa ramadhan dengan sempurna…amin…. lam kenal..

  2. Halo mas Jauhari, mungkin untuk masukan awal sebaiknya untuk artikel yang dimunculkan di halaman home jangan semuanya, tapi dipotong setelah paragraf pertama atau kedua dan untuk membaca lebih lanjut, pengunjung bisa mengklik judulnya atau link di bawah potongan tulisan tersebut, supaya orang bisa mengeksplor lebih jauh, dan membuat lebih lama mengunjungi blog Anda.

    Salam

  3. Nambah nih,
    untuk cara motongnya, misalnya begini >>
    Pada artikel ini setelah habis paragraf kedua “…permulaan islam.”” klik icon Insert more tag (ikon nomor 4 dari kanan).
    Setelah itu akan muncul garis di bawah alenia tersebut, nah garis tersebut adalah batas dimana paragraf di bawahnya akan terlihat setelah pengunjung mengklik judul artikel atau link shortcut yang ada di bawah.

  4. bulan Ramadhan memang bulan yang paling berharga…semoga kita mendapat keberkahaNYA,,,,dibulan penuh berkah


Beri tanggapan

Your response:

Kategori